PembaTIK Tahun 2021

PembaTIK kepanjangan dari Pembelajaran berbasis TIK merupakan program Peningkatan Kompetensi guru yang mengacu pada kerangka kerja peningkatan kompetensi TIK Guru UNESCO.

Materi Pembelajaran Matematika Kelas VIII

Ini adalah materi matematika yang akan dipelajari selama semester ganjil kelas VIII.

Guru Belajar dan Berbagi Seri Asesmen Kompetensi Minimum

Program pembelajaran yang dirancang untuk membantu para Guru/Kepala Sekolah/Pengawas SD, SMP, SMA/SMK, Guru/Kepala Sekolah SDLB, SMPLB, SMALB, dan PKBM sederajat dalam memahami tujuan, konsep dan bentuk pelaksanaan Asesmen Nasional, serta dapat menganalisis contoh asesmen literasi membaca dan numerasi pada Asesmen Kompetensi Minimum.

Guru Penggerak

Guru Penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang menerapkan merdeka belajar dan menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang berpusat pada murid. Guru Penggerak menggerakkan komunitas belajar bagi guru di sekolah dan di wilayahnya serta mengembangkan program kepemimpinan murid untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.

Tampilkan postingan dengan label Modul 1.2 Guru Penggerak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Modul 1.2 Guru Penggerak. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 September 2021

Koneksi antar Materi NIlai dan Peran Guru Penggerak

 

KONEKSI ANTAR MATERI
NILAI - NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK

Fasilitator   Drs. Ahmad Sutardi, M.M.Pd [FAS10]
Pengajar Praktik : Irwan Kurniawan, M.Pd [PP27]
Calon Guru Penggerak : Fika Muji Fadhillah, M.Pd


Apa yang Anda pahami mengenai nilai dan peran Guru Penggerak?

Nilai dan peran guru penggerak harus menjadi niai diri yang melekat pada diri pribadi yang merdeka untuk dapat mewujudkan profil pelajar Pancasila. Profil pelajar Pancasila ini sebagai pedoman tema besar kebijakan Pendidikan di Indonesia saat ini.

Terdapat lima nilai – nilai guru penggerak yaitu: Mandiri, Refleksi, Kolaboratif, Inovatif dan Berpihak pada Murid

Sedangkan peran guru penggerak yaitu: 

  1. Pemimpin pembelajaran
  2. Menggerakan komunitas praktisi
  3. Menjadi coach bagi guru lain
  4. Mendorong kolaborasi antar guru
  5. Mewujudkan kepemimpinan pada murid

Apakah ada keterkaitan antara nilai dan peran Guru Penggerak dengan Filosofi Ki Hadjar Dewantara?


Nilai dan peran guru penggerak berkaitan erat dengan filosofi pemikiran Ki Hadjar Dewantara dan keduanya saling menguatkan dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila dan merdeka belajar. Nilai diri ini harus tumbuh beriringan dengan pemahaman guru penggerak tentang filosofis pemikiran Ki Hadjar Dewantara dalam mengaktualisasikan peranannya di dalam kehidupan sehari – hari.

Seorang guru harus bisa menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak – anak agar mereka sebagai manusia maupun sebagai masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi – tingginya.

Filosofi tersebut berkaitan dengan nilai guru penggerak yaitu berpihak pada murid, dimana guru  menuntun segala kodrat pada anak dengan cara berpihk pada murid dan sekaligus kita dapat menjalankan peran sebagai guru penggerak dengan mewujudkan kepemimpinan murid.


Apa strategi yang bisa Anda lakukan untuk mencapai nilai tersebut? 

Strategi yang bisa Anda lakukan untuk mencapai nilai tersebut  adalah:

  1. Kemampuan mengolah diri, baik dari segi emosional, semangat dan dorongan untuk melakukan pergerakan positif. Seorang guru tergerak menjaga perubahan dan menggali potensi lainnya yang disesuaikan dengan kodrat alam dan kodrat zaman.
  2. Mengembangkan ilmu  untuk menambah ilmu yang lebih luas lagi.
  3. Melakukan refleksi diri mengenai upaya perubahan yang telah di lakukan. Hal ini sebagai langakah keberlangsungan perubahan dan refleksi diri tentang kekuatan dan kelemahan dalam merencanakan kegiatan di masa yang akan dating.
  4. Melakukan komunikasi dan Kerjasama. Berkolaboratif dengan rekan guru untuk bekerjasama, bertukar pikiran, gotong royong dalam memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan pembelajaran maupun yang berkaitan dengan peningkatan mutu Pendidikan di sekolah dalam melakukan perubahan untuk mewujudkan merdeka belajar.
  5. Kreatif dan inovatif dalam proses pembelajaran sesuai dengan kodrat zaman. Untuk lebih inovatif dengan cara mencoba hal – hal yang baru, bergerak aktif, dan berani berkarya.
  6. Menanamkan jiwa mandiri.
  7. Berpihak pada murid, bersikap lebih among terhadap murid

Siapa saja pihak yang dapat membantu Anda dalam mencapai gambaran diri Anda di demonstrasi kontekstual tersebut? 

  1. Kepala sekolah sebagai fasilitator
  2. Rekan guru sebagai motivator.
  3. Murid sebagai mitra, kita bisa berefleksi dengan mereka Pihak utama yang mendukung tercapainya gambaran diri untuk melakukan perubahan. Partisipasi murid akan memacu guru untuk menggali potensi dirinya untuk terus bergerak.
  4. Diri sendirii sebagai pelaksana.




Rabu, 15 September 2021

Demonstrasi Konstektual - Nilai dan Peran Guru Penggerak

Demonstrasi Konstektual - Nilai dan Peran Guru Penggerak


Fasilitator   Drs. Ahmad Sutardi, M.M.Pd [FAS10]
Pengajar Praktik : Irwan Kurniawan, M.Pd [PP27]
Calon Guru Penggerak : Fika Muji Fadhillah, M.Pd

Minggu, 12 September 2021

Refleksi Terbimbing - Nilai-Nilai dan Peran Guru Penggerak

REFLEKSI TERBIMBING
NILAI - NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK


Kamis, 02 September 2021

Eksplorasi Konsep - Nilai-Nilai dan Peran Guru Penggerak

Pembentukan Nilai Diri



Profil Pelajar Pancasila

Pemikiran filosofis Ki Hadjar Dewantara dinilai masih relevan untuk diterapkan pada dunia pendidikan saat ini. Ki Hadjar Dewantara menegaskan bahwa tujuan dari pendidikan adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Ki Hadjar Dewantara juga mengemukakan bahwa dalam proses menuntun, anak perlu diberikan kebebasan dalam belajar serta berpikir, dituntun oleh para pendidik agar anak tidak kehilangan arah serta membahayakan dirinya. Semangat agar anak bisa bebas belajar, berpikir, agar dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan berdasarkan kesusilaan manusia ini yang akhirnya menjadi tema besar kebijakan pendidikan Indonesia saat ini, Merdeka Belajar.

Semangat Merdeka Belajar yang sedang dicanangkan ini juga memperkuat tujuan pendidikan nasional yang telah dinyatakan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3, dimana Pendidikan diselenggarakan agar setiap individu dapat menjadi manusia yang “beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Kedua semangat ini yang kemudian memunculkan sebuah pedoman, sebuah penunjuk arah yang konsisten, dalam pendidikan di Indonesia. Pedoman tersebut adalah Profil Pelajar Pancasila (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2020).

Peran Guru Penggerak

Nilai Guru Penggerak

  Nilai itu sendiri, menurut Rokeach (dalam Hari, Abdul H. 2015), merupakan keyakinan sebagai standar yang mengarahkan perbuatan dan standar pengambilan keputusan terhadap objek atau situasi yang sifatnya sangat spesifik. Kehadiran nilai dalam diri seseorang dapat berfungsi sebagai standar bagi seseorang dalam mengambil posisi khusus dalam suatu masalah, sebagai bahan evaluasi dalam membuat keputusan, bahkan hingga berfungsi sebagai motivasi dalam mengarahkan tingkah laku individu dalam kehidupan sehari-hari. Melihat peranan nilai sangat penting dalam kehidupan tingkah laku sehari-hari, maka rasanya penting bagi seorang Guru Penggerak untuk bisa memahami dan menjiwai nilai-nilai dari seorang Guru Penggerak.

Kelima nilai dari Guru Penggerak adalah: Mandiri, Reflektif, Kolaboratif, Inovatif, serta Berpihak pada Murid.

Nilai ini sendiri berkaitan erat dengan peran yang sudah kita pelajari di bagian sebelumnya. Nilai ini yang diharapkan terus tumbuh dan dilestarikan dalam diri seorang Guru Penggerak. Kelima ini saling mendukung satu dengan lainnya, dan tentunya diharapkan menjadi pedoman berperilaku untuk seorang Guru Penggerak.